Taksonomi pembelajaran

Taksonomi Pembelajaran

Taksonomi berasal dari perpaduan dua kata dalam bahasaYunani, yaitu tassein yang berarti mengklasifikasi dan nomos yang berarti aturan. Sehingga menjadikan taksonomi berarti hierarki klasifikasi atas prinsip dasar atau aturan. 

Taksonomi bloom adalah struktur hierarki yang mengidentifikasi skills mulai dari tingkat yang rendah hingga yang tinggi. Pastinya untuk mencapai hierarki tersebut level yang rendah harus dijalani dulu. Bloom dalam kerangka konsep ini menggolongkan tujuan pembelajarnnya menjadi tiga klasifikasi umum/ranah kemampuan intelektual (intellectual behaviors), yaitu :
  1. ranah kognitif, yang mencakup ingatan atau pengenalan terhadap fakta- fakta tertentu, pola-pola prosedural, dan konsep-konsep yang memungkinkan berkembangnya kemampuan dan skill intelektual (Huda, 2013:169).
  2. ranah afektif, ranah yang berkaitan perkembangan perasaan, sikap, nilai dan emosi
  3. ranah psikomotor, ranah yang berkaitan dengan kegiatan-kegiatan manipulatif atau keterampilan motorik (Degeng, 2013:202). 

Perbedaan Revisi Taksonomi Pembelajaran

Taksonomi Bloom Sebelum Revisi (1956) 

Taksonomi Bloom pada tahun 1956 berorientasi kepada kemampuan berpikir peserta didik.

Pengetahuan (C1) Dalam hal pengetahuan yang ditekankan adalah kemampuan siswa untuk mengingat. Kata kerjanya yaitu: menyebutkan, memilih, mengidentifikasikan, dan membuat daftar. Contoh: Setelah dijelaskan siswa mampu menyebutkan 7 besaran pokok dengan benar. 

Pemahaman (C2) Pemahaman yaitu kemampuan untuk menjelaskan pengetahuan atau informasi yang telah diketahui dengan kata-kata sendiri. Kata kerjanya yaitu: membedakan, menyimpulkan, menjelaskan, memperkirakan, dan merangkumkan. Contoh: Setelah melakukan percobaan, siswa mampu menyimpulkan pengaruh suhu terhadap zat dengan benar. 

Penerapan (C3) Penerapan adalah kemampuan untuk menggunakan atau menerapkan informasi yang telah dipelajari ke dalam situasi atau konteks yang lain/baru. Kata kerjanya yaitu: menghitung, menggunakan, mengembangkan, memodifikasi, dan mentransfer. Contoh: Setelah dijelaskan, siswa mampu menghitung gaya pada pompa hidrolik dengan benar. 

Analisis (C4) Analisis adalah kemampuan untuk mengidentifikasi, memisahkan, dan membedakan komponen-komponen atau elemen suatu fakta, konsep, pendapat, asumsi, hipotesis, atau kesimpulan dan memeriksa setiap komponen tersebut untuk melihat ada tidaknya kontradiksi. Kata kerjanya yaitu membuat diagram, membedakan, dan menghubungkan, menjabarkan ke dalam bagian- bagian. Contoh: Siswa dapat menjelaskan perbedaan gelombang transversal dan gelombang longitudinal, setelah melakukan percobaan dengan benar. 

Sintesis (C5) Sintesis adalah kemampuan mengkombinasikan bagian-bagian atau elemen ke dalam satu kesatuan atau struktur yang lebih besar. Kata kerjanya yaitu menciptakan, menformulasikan, mendesain, dan memprediksi. Contoh: Dengan bekerja kelompok, siswa mampu menciptakan teropong sederhana dengan baik.

Evaluasi (C6) Evaluasi adalah kemampuan membuat penilaian dan keputusan tentang nilai suatu gagasan, metode, produk atau benda dengan menggunakan kriteria tertentu. Kata kerjanya yaitu membuat kritik, membandingkan, membuat penilaian, dan membuat evaluasi. Contoh: Dengan menggunakan kriteria yang telah ditetapkan, mahasiswa dapat memberikan penilaian tentang efektifitas pengajaran fisika lingkungan dengan baik. 


Taksonomi Bloom Setelah Revisi (2001) 

Revisi taksonomi Bloom oleh Lorin Anderson hanya dilakukan pada ranah kognitif saja, meliputi: 

Mengingat (C1) Kategori mengingat adalah mengambil pengetahuan yang dibutuhkan dari memori jangka panjang seorang siswa. Dua proses kognitif yang berkaitan dengan kategori ini adalah menyadari (recoqnizing) dan mengingat kembali (recalling) (Anderson, 2001). 

Memahami (C2) Seorang peserta didik dikatakan memahami jika mereka dapat mengkonstruksi makna dari pesan-pesan pembelajaran baik dalam bentuk lisan, tertulis dan grafik (gambar) yang disampaikan melalui pengajaran, penyajian buku, maupun penyajian melalui layar komputer. Peserta didik dapar memahami jika mereka menguhubungkan pengetahuan baru yang sedang mereka pelajari dengan pengetahuan yang sebelumnya telah mereka miliki (Anderson, 2001). 

Mengaplikasikan (C3) Kategori mengaplikasikan ini sangat erat kaitannya dengan pengetahuan prosedural (Procedural Knowledge). Soal latihan atau exercise merupakan jenis tugas yang prosedur penyelesaiannta telah diketahui siswa, sehingga dapat menggunakannya secara rutin (Anderson, 2001). 

Menganalisis (C4) Yang termasuk dalam kategori menganalisis adalah proses mengurai suatu materi menjadi bagian-bagian penyusunannya dan menentukan hubungan antara bagian-bagian tersebut dengan materi tersebut secara keseluruhan. Kategori proses menganalisis ini mencakup proses-proses membedakan (differentiating), mengorganisasi (organizing) dan mengubungkan (attribute) (Anderson, 2001). 

Mengevaluasi (C5) Kategori mengevaluasi diartikan sebagai tindakan membuat suatu penilaian (judgement) yang didasarkan pada kriteria dan standar tertentu. Kriteria yang paling sering digunakan adalah kualitas, efektivitas, dan konsistensi. Kriteria-kriteria ini ditentukan sendiri oleh siswa (Anderson, 2001). 

Mencipta (C6) Mencipta yaitu proses menyusun sejumlah elemen tertentu menjadi satu kesatuan yang koheren atau fungsional. Tujuan-tujuan pengajaran yang termasuk ke dalam kategori mencipta ini adalah mengajarkan pada siswa agar mampu membuat suatu produk baru dengan mengorganisasi sejumlah elemen 
atau bagian jadi suatu pola atau struktur yang belum pernah ada atau tidak akan diprediksi sebelumnya (Anderson, 2001). 

Nah, jadi itulah perbedaan dari Taksonomi Bloom sebelum dan setelah revisi. Disini dapat disimpulkan. Kalau Taksonomi Bloom sebelum revisi itu terdiri dari pengetahuan, pemahaman, penerapan, analisis, sintesis dan evaluasi. Sedangkan Taksonomi Bloom setelah revisi itu terdiri dari mengingat, memahami, mengaplikasikan, menganalisis, mengevaluasi dan mencipta. 

Tujuan Taksonomi Pembelajaran

Ranah Kognitif 

Ranah ini meliputi kemampuan menyatakan kembali konsep atau prinsip yang telah dipelajari. Tujuan pembelajaran dalam ranah kognitif (intelektual) atau yang menurut Bloom merupakan segala aktivitas yang menyangkut otak dibagi menjadi 6 tingkatan sesuai dengan jenjang terendah sampai tertinggi yang dilambangkan dengan C (Cognitive) (Dalam buku yang berjudul Taxonomy of Educational Objectives. Handbook 1 : Cognitive Domain yang diterbitkan oleh McKey New York. Benyamin Bloom pada tahun 1956) yaitu: 

a) C1 (Pengetahuan/Knowledge) Pada jenjang ini menekankan pada kemampuan dalam mengingat kembali materi yang telah dipelajari, seperti pengetahuan tentang istilah, fakta khusus, konvensi, kecenderungan dan urutan, klasifikasi dan kategori, kriteria serta metodologi. Jenjang ini merupakan tingkatan terendah namun menjadi prasyarat bagi tingkatan selanjutnya. Di jenjang ini, peserta didik menjawab pertanyaan berdasarkan dengan hapalan saja. 

b) C2 (Pemahaman/Comprehension) Pada jenjang ini, pemahaman diartikan sebagai kemampuan dalam memahami materi tertentu yang dipelajari. Kemampuan-kemampuan tersebut yaitu translasi (kemampuan mengubah simbol dari satu bentuk ke bentuk lain), interpretasi (kemampuan menjelaskan materi), dan ekstrapolasi (kemampuan memperluas arti). Di jenjang ini, peserta didik menjawab pertanyaan dengan 
kata-katanya sendiri dan dengan memberikan contoh baik prinsip maupun konsep. 

c) C3 (Penerapan/Application) Pada jenjang ini, aplikasi diartikan sebagai kemampuan menerapkan informasi pada situasi nyata, dimana peserta didik mampu menerapkan pemahamannya dengan cara menggunakannya secara nyata dan peserta didik dituntut untuk dapat menerapkan konsep dan prinsip yang ia miliki pada situasi baru yang belum pernah diberikan sebelumnya. 

d) C4 (Analisis/Analysis) Pada jenjang ini, dapat dikatakan bahwa analisis adalah kemampuan menguraikan suatu materi menjadi komponen-komponen yang lebih jelas. Kemampuan ini berupa analisis bagian-bagian materi, identifikasi hubungan, dan identifikasi organisasi. Di jenjang ini, peserta didik diminta untuk menguraikan informasi ke dalam beberapa bagian menemukan asumsi, dan membedakan pendapat dan fakta serta menemukan hubungan sebab akibat. 

e) C5 (Sintesis/Synthesis) Sintesis dimaknai sebagai kemampuan memproduksi dan mengkombinasikan elemen-elemen untuk membentuk sebuah struktur yang unik. Kemampuan ini dapat berupa memproduksi komunikasi yang unik, rencana atau kegiatan yang utuh, dan seperangkat hubungan abstrak. Disini peserta didik dituntut menghasilkan hipotesis atau teorinya sendiri dengan memadukan berbagai ilmu dan pengetahuan. 

f) C6 (Evaluasi/Evaluation) Evaluasi diartikan sebagai kemampuan menilai manfaat suatu hal untuk tujuan tertentu berdasarkan kriteria yang jelas berkenaan dengan nilai suatu ide, kreasi, cara atau metode. Menurut Bloom ada 2 evaluasi yaitu evaluasi berdasarkan bukti internal dan evaluasi berdasarkan bukti eksternal. Disini peserta didik mengevaluasi informasi termasuk di dalamnya melakukan pembuatan keputusan dan kebijakan.


Ranah Afektif

Ranah afektif adalah ranah yang berhubungan dengan sikap, nilai, perasaan, emosi serta derajat penerimaan atau penolakan suatu obyek dalam kegiatan belajar mengajar. Kartwohl & Bloom (Dimyati & Mudjiono, 1994; Syambasri Munaf, 2001) membagi ranah afektif menjadi 5 kategori yaitu : 

a) Receiving/Attending/Penerimaan
Penerimaan adalah semacam kepekaan dalam menerima rangsanganatau stimulasi dari luar yang datang pada diri peserta didik. Hal ini dicontohkan dengan sikap peserta didik ketika mendengarkan penjelasan pendidik dengan seksama dimana mereka bersedia menerima nilai-nilai yang diajarkan kepada mereka dan mereka memiliki kemauan untuk menggabungkan diri atau mengidentifikasi diri dengan nilai tersebut. Kata kerja operasional yang dapat dipakai dalam kategori ini adalah : memilih, mempertanyakan, mengikuti, memberi, menganut, mematuhi, dan meminati. 

b) Responding/Menanggapi
Menanggapi adalah suatu sikap yang menunjukkan adanya partisipasi aktif untuk mengikutsertakan dirinya dalam fenomena tertentu dan membuat reaksi terhadapnya dengan salah satu cara. Hal ini dapat dicontohkan dengan menyerahkan laporan tugas tepat pada waktunya. Kata kerja operasional yang dapat dipakai dalam kategori ini adalah : menjawab, membantu, mengajukan, mengompromi, menyenangi, menyambut, mendukung, menyetujui, menampilkan, melaporkan, memilih, mengatakan, memilah, dan menolak. 

c) Valuing/Penilaian
Kategori ini berkenaan dengan memberikan nilai, penghargaan dan kepercayaan terhadap suatu gejala atau stimulus tertentu. Hal ini dapat dicontohkan dengan bersikap jujur dalam kegiatan belajar mengajar serta bertanggungjawab terhadap segala hal selama proses pembelajaran. Kata kerja operasional yang dapat dipakai dalam kategori ini adalah : mengasumsikan, meyakini, melengkapi, meyakinkan, memperjelas, memprakarsai, mengundang, menggabungkan, mengusulkan, menekankan, dan menyumbang. 

d) Organization/Organisasi/Mengelola
Kategori ini meliputi konseptualisasi nilai-nilai menjadi sistem nilai, serta pemantapan dan prioritas nilai yang telah dimiliki. Hal ini dapat dicontohkan dengan kemampuan menimbang akibat positif dan negatif dari suatu kemajuan sains terhadap kehidupan manusia. Kata kerja operasional yang dapat dipakai dalam kategori ini adalah : menganut, mengubah, menata, mengklasifikasikan, mengombinasi, mempertahankan, membangun, membentuk pendapat, memadukan, mengelola, menegosiasikan, dan merembuk. 

e) Characterization/Karakteristik
Kategori ini berkenaan dengan keterpaduan semua sistem nilai yang telah dimiliki seseorang yang mempengaruhi pola kepribadian dan tingkah lakunya. Hal ini dicontohkan dengan bersedianya mengubah pendapat jika ada bukti yang tidak mendukung pendapatnya. Kata kerja operasional yang dapat dipakai dalam kategori ini adalah : mengubah perilaku, berakhlak mulia, mempengaruhi, mendengarkan, mengkualifikasi, melayani, menunjukkan, membuktikan dan memecahkan. 


 Ranah Psikomotor 

Ranah ini meliputi kompetensi melakukan pekerjaan dengan melibatkan anggota badan serta kompetensi yang berkaitan dengan gerak fisik (motorik) yang terdiri dari gerakan refleks, keterampilan gerakan dasar, kemampuan perseptual, ketepatan, keterampilan kompleks, serta ekspresif dan interperatif. Kategori yang termasuk dalam ranah ini adalah : 

a) Meniru
Kategori meniru ini merupakan kemampuan untuk melakukan sesuatu dengan contoh yang diamatinya walaupun belum dimengerti makna ataupun hakikatnya dari keterampilan itu. Kata kerja operasional yang dapat dipakai dalam kategori ini adalah : mengaktifan, menyesuaikan, menggabungkan, melamar, mengatur, mengumpulkan, menimbang, memperkecil, membangun, mengubah, membersihkan, memposisikan, dan mengonstruksi. 

b) Memanipulasi 
Kategori ini merupakan kemampuan dalam melakukan suatu tindakan serta memilih apa yang diperlukan dari apa yang diajarkan. Kata kerja operasional yang dapat dipakai dalam kategori ini adalah : mengoreksi, mendemonstrasikan, merancang, memilah, melatih, memperbaiki, mengidentifikasikan, mengisi, menempatkan, membuat, memanipulasi, mereparasi, dan mencampur. 

c) Pengalamiahan 
Kategori ini merupakan suatu penampilan tindakan dimana hal yang diajarkan dan dijadikan sebagai contoh telah menjadi suatu kebiasaan dan gerakan-gerakan yang ditampilkan lebih meyakinkan. Kata kerja operasional yang dapat dipakai dalam kategori ini adalah : mengalihkan, menggantikan, memutar, mengirim, memindahkan, mendorong, menarik, memproduksi, mencampur, mengoperasikan, mengemas, dan membungkus. 

d) Artikulasi 
Kategori ini merupakan suatu tahap dimana seseorang dapat melakukan suatu keterampilan yang lebih kompleks terutama yang berhubungan dengan gerakan interpretative. Kata kerja operasional yang dapat 
dipakai dalam kategori ini adalah : mengalihkan, mempertajam, membentuk, memadankan, menggunakan, memulai, menyetir, menjeniskan, menempel, mensketsa, melonggarkan, dan menimbang. 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengenal Kromatografi (Prinsip, Jenis, dan Aplikasinya dalam Dunia Sains)

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK 1 (PENETAPAN SIFAT-SIFAT FISIK)

Teknik Kromatografi